KESEDIHAN

Posted On April 30, 2008

Disimpan dalam Tak Berkategori

Comments Dropped leave a response

Kenapa semua ini terjadi padaku?
Apa salah dan dosa ku?
Kenapa semua kebahagiaan itu berlalu?
Kenapa?
Begitu banyak tanya dalam hati ku?
Kenapa orang yang sangat aku sayangi Dia begitu tega menyakitiku?
Kenapa Dia tak menepati janjinya padaku,
Janji untuk berubah,janji untuk menjagaku
Tapi kenapa malam Senin kemarin Dia lah menampakku?
Begitu sakit pipiku ini,begitu perih hati ini saat aku merasakan kalau Dia tak kan pernah bisa menjagaku…!!!
Kini tinggal kenangan yang tersisa dalam hidupku,
Tak kan aku dapatkan waktu terindahku dulu…
Waktu yang tersisa tak kan aku manfaatkan untuk bisa bersamanya,
Setelah kejadian itu aku bertekat untuk menjauhin dan berusaha melupakannya…!!!
Tapi apa salah bila aku sangat menyayanginya??
Apa salah aku terlalu berharap kalau Dia akan berubah untuk ku???
Tapi seiring waktu yang akan ku jalani esok akan ku temukan penawar luka hati ini…
Hubungan yang terjalin 4(empat) tahun lamanya akan terasa sulit tuk aku lupakan…!!!
Waktu yang pernah terbuang bersamamu tak ingin aku ulangi lagi…
Sahabat kenapa semua ini harus terjadi kepadaku?
Akankah ada kebahagiaan yang telah menungguku?
Biarkanlah hanya kenangan dan kesedihan yang tersisa untukku…!!!
BUNDA …Kini cintaku telah hancur tak tersisa
Orang yang telah aku sayangi telah membuatku terpuruk akan cinta dan kepercayaan akan semua janji…
Bunda,hanya harap dan do”amu ku pinta untuk selalu menyertai kemana langkahku tertuju…!!!

Posted On Maret 8, 2008

Disimpan dalam Soal_Sastra

Comments Dropped leave a response

1.(a).Temanku bertani sayuran di daerah Lembang

(b).Budi berteriak dikamar karena ada ular

(c).Walaupun udara panas,adik tidur selalu berselimbut

(d).Saya lupa nama saudaramu yang berdagang kain itu

Imbuhan yang sama maknanya terdapat pada kalimat…

A.a dan b

B.b dan c

C.b dan d

D.a dan d

E.Semuanya sama maknanya

Jawaban:D

 2.”Setelah bulatan bumi

     Ku silang arah membusur

     Nyatanya…

     Aku hanya pengembara”

Nama pengarang puisi diatas adalah…

A.Ramadhan K.H

b.Amir Hamzah

C.Taufik Ismail

D. W.SRendra

E.Nugroho

Jawaban:A

3.Pengarang puisi nomor 2 termasuk angkatan?

A.Angkatan 45

B.Period 1953-1961

C.Period 1900-1933

D.Period 1933-1942

E.Zaman modern

Jawaban:B

4.”Aku meninjau kembang sepatu

    Larat berkembang disebrang jalan

    Bersorak sorai kusuma merah

    Dalam girang sinar kemilau”

Apa judul puisi tersebut?

A .Tanah Kelahiran

B.Berdiri Aku

C.Larut Malam Sebuah Truk

D.Kepada Peminta-minta

E.Kepada Anakku

Jawaban:E

5. Siapa nama pengarang puisi di atas?

A.STA

B.Sutardji Calsoem Bachri

C.Mohtar Lubis

D.Idrus

E.Sitor Simatupang

Jawaban:A

6.Karya sastra yang banyakdikenal oleh masyarakat dari karya Amir Hamzah yaitu…

A.Kerikil Tajam

B.Tirani

C.Nyanyi Sunyi

D.Deru tjampur debu

E.Gerilya

Jawaban:C

7.Terbitnya “Bacaan Lia”bersamaan dengan terbitnya…

A.Sajak Yamin dan Roestam Effendi

B.Majalah Poedjangga baroe

C.Drama

D.Balai Pustaka

E.Terbitnyatabloit MamA MIA

Jawaban:D

8.Dalam lingkungan ada dua penyair yang dikenal sebaggai penyair yang religius,yaitu…

A.Sutardji C.B dab Chairil A.

B.Amir Hamzah dan J.E.Tatengkeng

C.Taufik Ismail dan STA

D.W.S Rendra dan Ramadha K.H

E.Iwan Simatupang dan Toha Mohtar

Jawaban:B

9.Karya sasra pada angkatan 45 berisikan tentang…

A Aliran romantis

B.Aliran mistisisme

C.Patriotik

D Aliran natiralisme

E.Aliran idealisme

Jawaban:C

10.Ibu  :Maaf,sayamengganggu

               Apa ada yang melihat Syamsudin?

      Han :Syamsudin?

      Ibu :Anak saya.

      Han :O,Sam.Ada apa?

      Ibu :Sejak pulang sekolah ia belum pulang

KERAGUAN HATI

Posted On Februari 29, 2008

Disimpan dalam curhat

Comments Dropped leave a response

Hati dan batinku terus teringat akan apa yang akan terjadi pada masa depanku,
Akan jadikah diri ini sebagai anak yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya???
Bunda…Do’a dan harap selalu Dinda panjatkan agar apa yang Dinda harapkan dapat tercapai…
Akankah gelar itu dapat aku raih untuk liatkan senyummu Bunda
Ayah terimakasih ucapku tuk segala pengorbanan yang telah kau berikan padaku,hingga ku dapat mengenal segala sesuatu
Hanya kalianlah yang aku sayangi lebih dari diriku sendiri!!!
Harap dan cita serta cintaku akan aku persembahkan tuk kalian berdua.
Kalianlah tumpuan hidupku untuk menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin.
Harapku kalian terus ada dalam setiap waktu yang akan aku jalani dikemudian hari…
Harapku kalian selalu mendukung aku setiap apa langkahku tuk raih cita-cita menjadi seorang SARJANA yang akan aku persembahkan tuk kalian.
Bunda sayang,Dinda harap Diinda akan dapat terus membahagiakan dan membuatmu bangga…
Cita-citaku harus aku raih karena hanya akulah yang dapat membahagiakan kedua orangtuaku,
Tak mungkin ku gantungkan cita-citaku ini di ranting yang kering,
Karena hanya akulah satu-satunya harapan mereka dan hanya akulah  satu-satunya yang mereka miliki…
Ternyata tak enak kalau jadi anak tunggal,
Tak ada tempat tuk berbagi dalam suka maupun duka…

Posted On Februari 22, 2008

Disimpan dalam Tak Berkategori

Comments Dropped leave a response

Ajati: Chairil Anwar Tak Pernah Menyatakan Cinta  

MAGELANG—Wanita tua yang kini telah berusia lebih dari 83 tahun dan tinggal di kompleks ABRI, Taman Badakan, Magelang, itu masih menyisakan garis-garis kecantikannya di wajahnya. Sekalipun harus duduk di kursi roda, ia tak pernah mengurangi aktivitasnya, termasuk kegiatan sosialnya di Rotary Club Magelang.
Ingatannya masih tajam. Ia bahkan masih fasih berbahasa Belanda, Inggris, Jawa, Sunda, Padang, Aceh, dan Banjar.
Dia adalah Sri Ajati alias Ny. R.H. Soeparsono, istri almarhum Mayor Jenderal TNI dokter R.H. Soeparsono—mantan Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Soedjono, Magelang, yang wafat tahun 1994. Nama Sri Ajati diabadikan oleh penyair (almarhum) Chairil Anwar dalam sajaknya yang terkenal ”Senja di Pelabuhan Kecil” yang selengkapnya berbunyi:

Senja di Pelabuhan Kecil

Buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Dari : Deru Campur Debu (1949)

Kritkus Sastra Indonesia Dr. HB. Jassin (almarhum) menilai sajak tersebut sebagai suatu kerawanan hati, suatu kesedihan yang mendalam yang ”tidak terucapkan”. Apakah latar belakang sajak ini ?
Kata kuncinya adalah seorang gadis yang bernama Sri Ajati, seorang gadis yang tinggi semampai, warna kulitnya hitam manis, rambutnya berombak, kerling matanya, kerling matanya sejuk dan dalam. ”Tidak ada agaknya pemuda sehat yang tidak akan jatuh cinta padanya,” kata Jassin dalam bukunya ”Pengarang Indonesia dan Dunianya” (Penerbit PT.Gramedia, Jakarta 1983).
Apa yang hendak diungkapkan Chairil Anwar yang meninggal 28 April 1949 di Jakarta dengan sajaknya Senja di Pelabuhan Kecil? Tanpa kata-kata ”sedih” dan ”rawan”, hanya dengan lukisan suatu keadaan yang menimbulkan rawan itu, kita seolah-olah melihat suatu pigura dalam sajak itu.
Sebuah lukisan pemandangan di tepi laut, dengan gudang-gudang dan rumah tua. Kapal dan perahu yang berlabuh tiada bergerak. Hari gerimis menjelang malam. Terdengar kelepak elang di kejauhan. Di tengah perjalanan yang muram itu, si penyair berjalan tanpa cinta dan harapan, berjalan seorang diri sepanjang semenanjung.

Merasa Tergetar
Sri Ajati alias Ny. R.H. Soeparsono yang kini telah menjadi nenek dari 4 orang putra dan 6 orang cucu, ketika ditemui SH baru-baru ini, di Magelang menyatakan merasa tergetar dengan sajak Chairil Senja di Pelabuhan Kecil . ”Saya merasa tergetar dan sedih membaca sajak tersebut. Saya tahu kalau Chairil membuat sajak untuk saya dari cerita Mimik Sjahrir, anak angkat Bung Sjahrir (almarhum). Konon sajak itu indah sekali,” ujarnya.
Sri Ajati kenal baik dengan Chairil ketika ia bekerja sebagai penyiar radio Jepang di Jakarta tahun 1942. Sri Ajati kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 83 tahun lalu, pernah kuliah di Fakultas Sastra di Jakarta.
Ketika Jepang masuk Indonesia, semua sekolah ditutup dan ia terpaksa menganggur. ”Saya tidak mendapat kiriman uang dari orangtua yang saat itu berada di Binjai, Sumatera Utara. Untung saya dipanggil Mr.Utojo Ramelan, bapak Farida Utojo, untuk bekerja sebagai penyiar di Radio Jepang,” tambahnya.
Di sinilah, Sri Ajati mulai kenal dan sering berkumpul dengan seniman muda waktu itu, seperti Usmar Ismail, Rosihan Anwar, Gadis Rasid, Nursamsu, Zus Ratulangi, H.B.Jassin dan seniman muda Chairil Anwar.
Chairil, kata Sri Ajati, sering datang ke rumahnya di Jalan Kesehatan, Tanah Abang, Jakarta. ”Suatu hari Chairil datang ke rumah saya. Saya duduk di kursi rotan, sedang Chairil duduk di lantai sambil menceritakan bahwa ia baru mengunjungi seorang temannya bernama Sri. Sang gadis yang bernama Sri memakai daster. Sambil memegang daster yang saya pakai, Chairil berkata bahwa daster yang dipakai Sri terbuat dari sutera asli. Kebetulan daster yang saya pakai terbuat dari sutera asli. Saya tidak tahu siapa yang dimaksud dengan gadis yang bernama Sri,” katanya.
Apakah Chairil pernah menyatakan cintanya kepada Sri Ajati dengan terus terang? ”Orang mengira dengan lahirnya sajak itu seakan-akan Chairil jatuh cinta pada saya, dan seolah-olah berkata-kata langsung kepada saya. Lagian waktu itu saya sudah punya pacar, seorang calon dokter, bernama Soeparsono,” jelasnya.
Ny. R.H. Soeparsono yang pernah tampil di pentas ”Ken Arok dan Ken Dedes” karya Muhammad Yamin di Gedung Kesenian Jakarta tahun 1947, menyebut penyair pelopor angkatan ’45 ini sebagai seorang seniman komplet seratus persen.
”Dia orang yang di dalam hatinya selalu ada desakan-desakan untuk melahirkan sesuatu. Dia bukan orang atau seniman biasa. Setiap kali saya berjumpa, ciri khasnya adalah matanya merah karena kurang tidur, rambutnya berantakan, di tangan kiri atau kanan selalu membawa buku. Memang Chairil dikenal sebagai seorang yang gila dan kutu buku,” kisahnya.

Masuk Penjara
Sehabis diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka sekitar tahun ‘90-an, Ny. R.H. Soeparsono yang saat itu sedang mendampingi suaminya didekati seorang wartawan yang kebetulan tahu ”kisah khusus”-nya dengan Chairil Anwar. Wartawan itu bertanya andaikata penyair ini hidup di zaman Orde Baru, apa yang bakal terjadi?
Dengan terenyum, Ny.R. H. Soeparsono menjawab, ”Pasti dia masuk tahanan atau penjara. Chairil adalah seorang seniman yang jujur, tak tahan dan tidak bisa melihat hal-hal yang kurang baik dan kurang benar. Dia selalu berkata apa adanya.”
Istri dokter ini masih suka menyanyi, terutama lagu-lagu klasik. Rumahnya di komplek ABRI, Magelang di tahu 60-an pernah dijadikan markas seniman-seniman Magelang untuk berlatih drama.
Tidak heran kalau Sri Ajati alias Ny.RH.Soeparsono dalam usianya yang ke-83 tahun lebih masih dekat dengan seniman dan masih aktif mengikuti perkembangan kesenian di Indonesia dan dunia Internasional.
Ada kisah lucu di tahun ‘70-an. Waktu itu, rumahnya sedang dipakai oleh seniman-seniman Magelang yang tergabung dalam Teater Magelang (Tema) pimpinan Hamung Tukijan berlatih drama Mega-Mega karya almarhum Arifin.C.Noer. Dalam latihan terkadang terdengar suara keras dan teriakan-teriakan. Mendengar suara itu, salah seorang tetangganya, Ny.Roos Taher berlari-lari mendatangai rumahnya untuk melihat apa yang terjadi.
”Ketika melihat yang terjadi di rumah saya, para seniman yang sedang berlatih drama, Ny. Roos Taher hanya tersenyum, dan malah mengikuti latihan itu sampai usai,” kata Ny. R.H.Soeparsono dengan tersenyum.
Siapa Ny. Roos Taher? Ia adalah isteri Jenderal Taher, yang waktu itu menjabat Gubernur AKABRI. Dia juga seorang seniwati, yang pernah mengajar teater di IKJ.
(SH/bambang soebendo)

Berdiri Aku

Posted On Februari 22, 2008

Disimpan dalam amirHamzah, karyaSastra

Comments Dropped leave a response

Berdiri Aku ~ Amir Hamzah

Mac 25, 2007

Berdiri aku di senja senyap
camar melayang menepis buih
melayah bakau mengurai puncak
berjulang datang ubur terkembang

Angin pulang menyejuk bumi
menepuk teluk menghempas emas
lari ke gunung memuncak sunyi
berayun-alun di atas alas

Benang raja mencelup hujung
naik marak menyerak corak
elang leka sayap tergulung
di mabuk warna berarak-arak

Dalam rupa maha sempurna
rindu sendu mengharu kalbu
ingin datang merasa sentosa
mengecap hidup bertentu tuju.

~ Amir Hamzah

PUISI TAUFIK ISMAIL

Posted On Februari 22, 2008

Disimpan dalam Puisi, karyaSastra

Comments Dropped leave a response

Kembalikan Indonesia Padaku

 

                    Hari depan Indonesia adalah duaratus juta mulut yang

                        menganga

                Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,

                        sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang

                        menyala bergantian.

                Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong

                        siang-malam, dengan bola yang bentuknya seperti

                        telur angsa

                Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang

                        tenggelam karena seratus juta penduduknya.

                                Kembalikan

                                Indonesia

                                padaku.

                Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main

                        pingpong siang malam dengan bola telur angsa di

                        bawah sinar lampu 15 wat.

                Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan

                        tenggelam lantaran berat bebannya kemudian

                        angsa-angsa berenang di atasnya.

                Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang

                        menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola

                        lampu 15 wat, sebagian putih dan sebagian hitam,

                        yang menyala bergantian.

                Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang

                        berenang-renang sambil main pingpong di atas

                        pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta

                        bola lampu 15 wat ke dasar lautan.

                                Kembalikan

                                Indonesia

                                padaku.

                Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong

                        siang malam dengan bola yang bentuknya seperti

                        telur angsa

                Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang

                        tenggelam karena seratus juta penduduknya.

                Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,

                        sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang

                        menyala bergantian.

                Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang

                        menganga.

                                Kembalikan

                                Indonesia

                                padaku.

GUNDAH

Posted On Februari 22, 2008

Disimpan dalam Tak Berkategori

Comments Dropped leave a response

Kenapa semua itu harus terjadi pada kepaku,
Kenapa hatiku harus terluka olehnya,
Hatiku mulai gundah saat dia mulai kembali dekat denganku…
[...]kapan kamu jadi milikku seutuhnya???
Sayang,waktu akan terus bergulir
Tapi sayang aku tak dapat melupakannya…!!!
Hari-hari harus aku lalui tanpa kasih dan sayangnya,
Tapi apa kata dan dayaku
Aku harus bertahan demi hidup dan kebahagiaan yang akan teraih nanti.
[...]kapan kau dapat mengertikan hati dan diriku???
[...]apakah penting sebuah pengorbananku untuk dirimu???
Alunan nada dapat kudengar saat kau berbisik indah ditelangaku,
Saat kau berikan indah kata-kata namun bagiku semua itu hanya ilus sesaat.
[...]cinta dan harapku hanya akan aku pendam sampai semua waktu dapat berpihak kepadaku…

KEGUNDAHAN HATI

Posted On Februari 4, 2008

Disimpan dalam Cerpen

Comments Dropped leave a response

Hatiku tak bisa memilih
Otakku tak bisa berpikir
Batinku tak menentu
Seperti itulah yang aku rasakan sekan namun apapun yang terjadi aku mesti bertahan demi kesehatanku dan kebahagia kedua orang tuaku.
YA…ALLAH berikanlah waktu untuku agak aku bisa membahagiakan mereka
Berikan kesempatan untukku agak dapat membahagiakan orang-orang yang selalu menyayangiku..
Kabulkanlah do’a-do’aku….

OH BUNDA

Posted On Februari 2, 2008

Disimpan dalam Puisi

Comments Dropped leave a response

Kini aku termenung seorang diri
Di Lab MM yang penuh dengan keramaian
Namun hatiku mulai terintis
Saat ku ingat kamu
Oh…BUNDA…
Lantunan do’a yang selalu engkau panjatka
Membuatku harus bertahan
Kini aku bertahan jauh darimu
Tuk raihkan Cita
BUNDA…
Kemanakah harus aku tuahkan rindu
Kemanakah harusku ku cari cinta dan kasih
Selain dirimu???
Tetes air mata yang teruntai dari mataku
Tak’kan menghapus rasa syangku padamu…BUNDA

Aliran Realisme

PERJUANGAN CINTA

Posted On Februari 2, 2008

Disimpan dalam Tak Berkategori

Comments Dropped one response

Malam  menepi di ujung subuh
Aku terjaga menepis dingin
dari tempat tidurku…
Sumur batu yang membeku
Diatas gelar tempat sujudku
Shalat dan zikir aku panjatkan kehadirat_Mu
Pagi datang mentari datang
Menegurku untuk sebuah pengorbanan
Langkah semangat menepaki cita-cita
Semangat bajapun menerpa jiwa
Tuk selalu berjuang
Sebuah cinta yang penuh kebahagiaan
Tuk sebuah keinginan
Tuk se buah pengorbanan
Tuk sebuah kebahagiaan hidup
Semua tak pernah surut,Biarpun…
Terhalang 1000 rintangan menghadang
Aku akan terus berjuang untuk cinta-Mu…Ya Tuhan….
Aliran Mistisisme
Halaman Berikutnya »